Methamorforzaholic (part one)

2008 Oktober 30
by thewindofchange

Metamorfosis merupakan terminologi yunani yang memiliki arti kata berubah bentuk, kata dasar morfe menurut Aristoteles diartikan sebagai bentuk. untuk mengerti lebih jauh tentang metamorfosis/perubahan bentuk perlu kita pahami perbedaan antara bentuk dengan materi. suatu benda terdiri dari materi dan bentuk keduanya dapat berubah menjadi bentuk baru. Untuk memudahkan dalam memahaminya saya akan memberikan contoh berikut ini, batu (materi) bermetamorfosis menjadi patung (Bentuk) ditangan seorang pemahat. Perubahan bentuk dari batu menjadi patung inilah yang sering kita sebut dengan metamorfosis. begitu juga dengan air (materi) ketika air mendapatkan panas secara terus-menerus akan menguap/menjadi uap (bentuk), contoh lainnya adalah air (materi) ketika berada pada suhu 0 derajad celcius, air (materi) berubah menjadi es (bentuk), dan contoh-contoh lainnya.

Metamorfosis terjadi tidak hanya pada benda mati saja tetapi juga dapat terjadi pada benda hidup atau bernyawa. Menurut Wikipedia metamorfosis adalah suatu proses biologi dimana hewan secara fisik mengalami perkembangan biologis setelah dilahirkan atau menetas, melibatkan perubahan bentuk atau struktur melalui pertumbuhan sel dan differensiasi sel. contoh Kupu-kupu mengalami metamorfosis radikal/perubahan radikal dari bentuk pertama (ulat) menjadi bentuk kedua (kepompong), lalu menjadi bentuk ketiga (kupu-kupu dewasa).

Dua paragraf tulisan saya diatas hanya sebagai pengantar saja sebelum saya membahas lebih jauh tentang Methamorforzaholic (baca: metamorforsaholik). konsep dari methamorforzaholic berawal dari fenomena yang maha luar biasa dari perubahan bentuk metamorfosis yang dialami oleh kupu-kupu. Perubahan tahap demi tahap yang dilalui oleh seekor kupu-kupu untuk mengalami perubahan bentuk yang sempurna. seekor kupu-kupu mengalami tahap yang panjang untuk menjadi bentuk kupu-kupu dewasa yang sempurna. pertama kali, kupu-kupu akan bertelur, telur kemudian menjadi ulat, setelah ulat menjadi besar dan memanjang, ia akan berubah menjadi kepompong dalam bahasa ilmiahnya kita menyebutnya pupa. didalam pupa cairan pencernaan akan dikeluarkan untuk menghancurkan tubuh larva, dan menyisakan sebagian sel saja. sebagian sel tersebut kemudian akan tumbuh menjadi dewasa mengunakan nutrisi dari hancuran larva. setelah beberapa lama dari kepompong tersebut keluarlah seekor kupu-kupu yang masih muda, dan kemudian menjadi kupu-kupu dewasa.

Fenomena metamorfosis yang dialami kupu-kupu perlu kita renungkan, resapi makna, ide, prinsip, dan konsep yang seharusnya bisa dijadikan contoh kita sebagai manusia untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Jadi apa hubungannya antara metamorfosis kupu-kupu dengan manusia. Akan saya jelaskan begini, selama saya bertapa di lembah kawah candra dimuka, selama puluhan tahun menjalani dinamika sosial kehidupan, dan bertarung menghadapi kerasnya pengaruh internal eksternal kehidupan serta lebih dari 10 tahun mengamati pola-pola interaksi sosial kehidupan, pola dinamika sosial kehidupan, dan tabir matriks kehidupan. saya berpendapat bahwa manusia juga mengalami metamorfosis baik metamorfosis secara fisik maupun metamorfosis secara mental spritual. proses perubahan mental spiritual oleh manusia saya sebut dengan Methamorforzaholic (baca : metamorforsaholik).

Methamorforzaholic bukan perubahan yang dialami manusia secara fisik, melainkan perubahan secara mental spritual. karena perubahan bentuk manusia secara fisik merupakan fitrah.

Definisi secara lengkap tentang Methamorforzaholic adalah suatu proses, proses dan proses transformasi perubahan paradigma, pola pikir, sikap berfikir, tindakan, tingkah laku dan kebiasaan, untuk menjadi manusia yang sesungguhnya dengan cara memaksimalkan setiap nilai internal dan potensi kualitas yang anda miliki. Penerapan konsep methamorforzaholic dengan baik, dan konsisten dapat memperbaiki dan mengembangkan kepribadian sampai mencapai pada tingkat kualitas tertentu, anda layak mendapatkan apapun yang kita inginkan sepanjang hal tersebut sesuai dengan kualitas yang anda miliki.

Kebanyakan dari mereka para manusia buta dan tuli, mereka belum menyadari bahwa ide dan prinsip (methamorfozaholic) tersebutlah yang terus menjadi suporter, energi, dorongan, semangat, panduan, dan moto yang membuat mereka menempa kehidupan seperti yang sudah mereka alami dan terus kerjakan sampai sekarang ini.

Kekuatan methamorfozaholic merubah manusia sama dahsyatnya seperti kekuatan hembusan The Wind of Change merubah dunia”.

Cukup sekian wind of change menghembuskan puing-puing transformasi spektakuler untuk anda, ikutilah posting tentang Methamorforzaholic part two di The wind of change’s blog berikutnya.

Bersambung….

Salam,

Dean.