Hujan

2008 November 26
by thewindofchange

hujanKota semarang akhir-akhir ini menjadi sejuk, beberapa hari ini hujan deras mengguyur kota semarang, kota yang sangat saya cintai dan kota dimana aku lahir dan dibesarkan. suasana yang telah lama jarang terjadi di kota ini, kota yang sangat terkenal dengan udara panasnya sama dengan kota-kota lainnya seperti Surabaya dan Jakarta.

Hujan deras yang sering terjadi belakangan ini, seakan menguyur keringat ratusan ribu warga kota semarang yang sering mengeluh akan panasnya kota semarang. Hujan deras yang turun seolah mensubstitusi udara yang kering dan panas dengan udara sejuk dari guyuran airnya, dan mencuci bersih jalanan yang penuh dengan debu, kotoran dan sampah yang berserakan di jalanan dengan derasnya air yang turun dari langit.

Di bulan November ini saya ucapkan Selamat datang Musim penghujan, dan selamat tinggal musim kemarau. Walaupun terlambat kehadirannya akibat dampak global warming, tetapi kehadiranmu menjadi penyejuk setelah beberapa bulan yang lalu musim panas membuat kegerahan para makhluk di jagat kota ini.

Kehadiran musim hujan selalu menjadi perdebatan pro dan kontra bagi orang yang jarang bersyukur. Kehadiran musim hujan selalu dijadikan kambing hitam terjadinya bencana yang merengut nyawa, seperti bencana tanah longsor, bencana banjir, menyebabkan kerusakan jalan atau bahkan menjadi objek yang didakwa bersalah atas terjadinya kemacetan di jalanan kota Semarang.

Namun, dilain pihak hujan yang sama menjadi idola bagi para petani sawah tadah hujan, menjadi dambaan warga di daerah kering, menjadi pujaan bagi warga di daerah kekurangan air seperti di daerah gunung kidul, NTT,NTB dan lain-lain, menjadi harapan bagi hewan dan tumbuhan untuk hidup. Dan dari hujan yang sama kehadirannya memberikan harapan baru untuk melanjutkan kehidupan bagi makhluk yang sangat membutuhkan air untuk hidup.

Sore itu udara dingin masuk kedalam kamar menembus melalui rongga fentilasi tanpa permisi menjadikan suhu di dalam kamar saya menjadi dingin. Di luar rumah terdengar nyanyian gemercik air hujan yang sedang memandikan bumi dari keringatnya. Serta bisik lirih suara Axl Rose menyanyikan lagu November Rain, gelombang suara elegan terdengar dari sang vokalis melalui speaker aktif di computer saya dan masuk ditelinga saya, seakan mengiyakan dan mendukung suasana waktu itu ketika saya menulis tulisan ini dan semakin menambah kekhusyukan saya menulis tentang hujan di weblog ini.

Hujan yang memunculkan inspirasi bagi saya untuk menulis. Hujan yang menjadi inspirasi bagi Axl Rose, Katon Bagaskara, dan lain-lainnya untuk menciptakan lagu yang indah. Hujan yang menjadi inspirasi bagi seorang penyair untuk membuat puisi-puisi spektakuler. Dan hujan yang kadang membuat kita kesal, hujan yang dapat membuat kita basah, hujan yang dapat membuat kita terlambat, dan hujan yang dapat membuat kita termenung, terpaku, dan menghentikan aktifitas kita, dan hujan yang dapat melambatkan waktu dan hujan yang dapat menyadarkan kita bahwa kita sudah berjalan terlalu jauh. Dan hujan yang dapat membawa kita ke masa lalu yang penuh dengan kenangan indah dan kenangan yang buruk.

Dan hujan yang semakin menyadarkan kita akan pentingnnya rasa syukur.

Salam dari saya,

DeZan Venko Santovic

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Note: Anda dapat menggunakan XHTML dasar di komentar Anda. Alamat surel Anda tidak akan pernah dipublikasikan.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS