Sing iso kuliah Wong Sugih tok ??

2008 Desember 19
by thewindofchange

pendidikan1Kabar berita dari televisi tentang aksi mahasiswa terdengar kembali, bukan aksi tawuran antar mahasiswa, tapi aksi protes mahasiswa yang menolak disahkannya UU Badan Hukum Pendidikan. Akhir-akhir ini aksi para mahasiswa semakin gencar di berbagai perguruan tinggi di Republik Tercintah ini menolak UU tersebut. Bahkan aksi mahasiswa yang terjadi di Makasar berakhir bentrok dengan bapak aparat yang terhormat Polisi yang dicintai rakyat.

Saya wong alit ikut prihatin melihat aksi mahasiswa ini. Sebagai mantan mahasiswa kali ini saya satu barisan bersama mereka untuk menolak disahkannya UU Badan Hukum Pendidikan tersebut. walaupun aku wis ora kuliah maneh tetapi mewakili bagian dari Wong Alit sing terluntho-luntho.

“ om..om… sedekahe om??” bocah jalanan ngethurke tangane sing mblukutuk njaluk duwit nang abang ijo bunderan.

“ ora nduwe receh dik!! nduwene eketan ewu-nan, ono susuke ra??” kalimat sing mechotot seko tutuk Kawulo Alit sing methangkring nang nduwur motor.

“ walah mas-mas, wis ora wenehi malah pamer duwit” buatine pengemis kid.

“ sori mayori yo dek”

Seketika pikiranku ngrambyang tekan ndi-ndi, bocah cilik sing ngemis soyo ake? kok ora do sekolah to?? Ngakokke ati tenan og. Ada apa gerangan?? Yen tak gagas berarti kesimpulane wong kere soyo akeh, MODIYARRRR!!! ditambah dengan krisis Finansial yang ngablah-ngablah dampake tekan ndi-ndi. Resesi sampai Indonesiah ketoe?, jare para ekonom memprediksi bahwa Negara Tercintah ini akan terkena dampak resesi global di awal bulan tahun 2009. lha yo pirang dino maneh lak wis tahun 2009 tho??? berarti resesi ekonomi soyo cedak yen menurut prediksi mau.

Yen resesi kuwi biasannya banyak karyawan yang akan diPHK, harga barang-barang podho mundak, lengo klentik, lengo gas, elpiji mbek bengsin sulit didapat, pengangguran meningkat, jumlah lulusan bertambah padahal lapangan kerja sak emprit. Lha jumlah wong kere soyo meningkat tambah akeh no!!! yo porak bos?? piye jal??? (ora usah dipikir cah, marai stress!!!)

Mbalik maning nang laptop.

Jare mas-mas dan mbak-mbak mahasiswa yang pro wong kere ngendikan bahwa kalau UU Badan Hukum Pendidikan disahkan maka kampus akan mandiri otonomi kampus diberlakukan bisa jadii kampus tidak lagi mendapatkan subsidi kucuran dana dari pemerintah sehingga kampus akan mengelola keuangannya sendiri oleh karna itu hal yang dikawatirkan oleh adik-adik mahasiswa sing pro wong mlarat kalau biaya pendidikan di perguruan tinggi mungkin akan menjadi semakin mahal. Kampus bisa saja cenderung untuk mengkapitalisasikan pendidikan (bisnis) dengan UU Badan Hukum Pendidikan tersebut jika jadi disahkan menjadi UU.

Alih-alih UU Badan Hukum pendidikan untuk memajukan kampus dengan meningkatkan berbagai fasilitas kampus yang memenuhi standar yang baik dalam menunjang pendidikan sebagai sarana untuk memajukan Sumber Daya Manusia yang lebih maju. Tetapi apalah arti semua itu jika ujung-ujungnya biaya pendidikan menjadi mahal.

Jikalau biaya masuk perguruan tinggi mahal siapa yang bisa kuliah?

Yang bisa merasakan bangku kuliah adalah mereka anak e pak presiden, anak e pak dewan, anak e pak pejabat, anak e pak diplomat, anak e pak mentri, anak e pak gurbenur, anak e pak walikota, anak e pak bupati, anak e pak jenderal, anake pak rektor, anak e pak dosen, anak e wong sugih pokoe…

Kalo anak e kuli bangunan, anak e tukang mbecak, anak e dol bolang-baling, anak e dol tape, anak e tukang ojeg speda, anak e dol jamu, anak e dodol gulali, anak e pemulung, anak e wong susah, kere, mlarat, dll. Apakah mereka bisa kuliah??? jika biaya masuk kuliah mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah. (duwit kabeh ora campur godhong)

Menurut Pembukaan UUD 45 dijelaskan bahwa Negara berkewajiban “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Yang menjadi pertanyaan adalah yang hidup sebagai bangsa yang mendapat hak pendidikan apakah hanya mereka orang yang punya banyak harta?? atau mereka para kaum miskin yang kurang beruntung nasibnya?? Ironis khan??

as mbuh ah…jawapen dewe…

Wong Mlarat,

Dean Santovic.

3 Tanggapan leave one →
  1. 2008 Desember 24
    wongkoplaks nda! permalink

    biarlah biaya pendidikan makin mahal, pengangguran makin meraja, prostitusi makin menjamur, kriminal makin bikin repot para penegak hukum, korupsi makin bertahta, utang negara makin menumpuk untuk sampai pada titik jenuh semua aspek kehidupan kehidupan dan memulai lagi semuanya dari titik NOL menuju suatu masa lemah candradimuka yang mulia sejahtera gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto suro. mari nantikan kebahagaiaan menjelang…amin!

  2. 2008 Desember 24
    thewindofchange permalink

    @ wongkoplaks nda : lha yen kebablaseb njur pye nda… yo lek podo ndungone mugi-mugi gusti pangeran ngijabaghi punopo ingkang dipun dados panyuwunipun kito sedoyo…

  3. 2009 Februari 2

    MENANG TANPO NGASORAKE, SUGIH TANPO BONDO

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS