Arsip untuk April, 2009

April 28, 2009

KESOMBONGAN MEMUNCAK CAH…

sombong1Malam ini saya masih terjaga… Kedua belah mata memandangi LCD Flatron mengawasi setiap pergerakan traffic transaksi pulsa elektronik yang terjadi malam ini, tangan pun ikut sibuk mengerakan mouse dan memijit keyboard untuk mengontrol system server yang berjalan secara Auto pilot. Sambil meneguk jus jambu yang terbungkus dalam kemasan 1000 ml dan sebatang rokok basi, Sembari menikmati dinginnya udara malam menembus tebalnya jaket Palatino yang membungkus rapat badan ini. Sengaja dari tadi winamp saya aktifkan untuk melantunkan lagu lagu yang soft, supaya sedikit membantu slowing down laju perputaran mesin di dalam tempurung otak ini.

…………………..

Saya tersenyum kecut, jika mengingat kembali berbagai rentetan peristiwa yang lalu terekam dalam memori yang jelas-jelas sangat menganjal hati…

Teringat ceritamu hai Sahabat…

Ketika kamu bercerita tentang prestasi yang telah engkau dapatkan, dihadapan teman-teman kamu yang minim prestasi ini..

Ketika kamu bercerita tentang kecerdasan dan kepintaran kamu dalam menyelesaikan masalah, dihadapan teman-teman kamu yang sangat bodoh ini..

Ketika kamu bercerita tentang harta benda mewah yang kamu miliki, dihadapan teman-teman kamu yang miskin ini…

Ketika kamu pandai berargumen dengan mulut yang lihai dalam mempertahankan kebenaran pendapatamu, dihadapan teman-teman kamu yang Ngah-ngoh ini…

Atau…

April 2, 2009

Suatu sore di pinggir sungai banjir kanal, Mbiyen…

banjir_kanal_barat“Sur, aku tak mancing nang sebelah kene wae..”

“yo wis, aku tak mancing nang kono..nang pojokan kono..” ucap teman kami suryo, sambil mengacungkan jari telunjuk menujukan arah ke utara sungai entah kemana. Beberapa saat, saya sudah tidak melihat batang hidung si suryo. Memang kalo mancing paling enak mencari tempat yang tenang, biar ikannya tidak takut untuk memakan umpannya.

Sore, kurang lebih enam tahun yang lalu, di pinggir sungai banjir kanal timur Semarang. kedua sahabat SMP yang sama-sama suka  hobi mancing di pinggiran sungai banjir kanal timur. Sore itu tidak hanya saya dan temanku saja yang sedang mancing di situ tetapi banyak juga orang lain yang sehobi dengan kami memacing di sungai tersebut.

Cacing saya jadikan umpan yang saya kaitkan di kail lalu melemparnya ketengah dengan satu kali hempasan ayunan walesan yang saya bawa dari rumah.

Cemmpluuungggg….!!!

Suasana di tempat saya mancing hening waktu itu.. hanya gemercik air sungai yang agak busem berdecik ketika air menabrak dinding bebatuan dipinggir sungai.

Keheningan tersebut membuat saya betah memegangi walesan dengan sabarnya.. sambil mata melototi tajam setiap pergerakan bandul pancingan.. jika bandul pancing bergetar pertanda bahwa umpan sedang dimakan oleh ikan.

dalam keheningan tersebut lalu…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.