KESOMBONGAN MEMUNCAK CAH…
Malam ini saya masih terjaga… Kedua belah mata memandangi LCD Flatron mengawasi setiap pergerakan traffic transaksi pulsa elektronik yang terjadi malam ini, tangan pun ikut sibuk mengerakan mouse dan memijit keyboard untuk mengontrol system server yang berjalan secara Auto pilot. Sambil meneguk jus jambu yang terbungkus dalam kemasan 1000 ml dan sebatang rokok basi, Sembari menikmati dinginnya udara malam menembus tebalnya jaket Palatino yang membungkus rapat badan ini. Sengaja dari tadi winamp saya aktifkan untuk melantunkan lagu lagu yang soft, supaya sedikit membantu slowing down laju perputaran mesin di dalam tempurung otak ini.
…………………..
Saya tersenyum kecut, jika mengingat kembali berbagai rentetan peristiwa yang lalu terekam dalam memori yang jelas-jelas sangat menganjal hati…
Teringat ceritamu hai Sahabat…
Ketika kamu bercerita tentang prestasi yang telah engkau dapatkan, dihadapan teman-teman kamu yang minim prestasi ini..
Ketika kamu bercerita tentang kecerdasan dan kepintaran kamu dalam menyelesaikan masalah, dihadapan teman-teman kamu yang sangat bodoh ini..
Ketika kamu bercerita tentang harta benda mewah yang kamu miliki, dihadapan teman-teman kamu yang miskin ini…
Ketika kamu pandai berargumen dengan mulut yang lihai dalam mempertahankan kebenaran pendapatamu, dihadapan teman-teman kamu yang Ngah-ngoh ini…
Atau…
Ketika kamu bercerita secara berlebihan tentang keberhasilan kamu dalam seleksi rekruitmen pegawai/karyawan di Perusahaan terkenal atau menjadi PNS dambaan, dihadapan teman-teman kamu yang kurang beruntung ini..
Sahabat… semua itu bukan tidak kelihatan, tetapi memang jelas-jelas sangat nampak menyilaukan… dari semua clotehanmu itu sudah sangat nampak jelas tujuan apa yang ingin kamu sampaikan kepada teman-temanmu ini. Bukan dari isi ceritannya…
Lihat…
Sekotak bungkus 1000 ml ini berisi jus jambu, ketika saya tuang kedalam secangkir gelas maka yang keluar adalah jus jambu. Bukan jus jeruk atau kopi pahit…
Lihat…
Lalu secangkir gelas ini berisi jus jambu, ketika secangkir jus jambu ini saya tuang ke lantai maka yang jatuh ke lantai adalah jus jambu juga, bukan jus jeruk atau kopi pahit…
Hmmm……..
Apa yang nampak dan terlihat dari perbuatan oleh kedua bola mata ini adalah merupakan cerminan yang tampak keluar dari apa yang ada dalam hatinya, apa yang terdengar dan terucap dari tutur katanya adalah merupakan cerminan yang tampak keluar dari apa yang ada di dalam hatinya, apa yang telah kamu perlihatkan dan apa yang kamu dengarkan kepada saya adalah cerminan dari memuncaknya hatimu yang telah meninggi dan membesar.
Sahabat, beribu-ribu rasa hormat dariku untukmu.. rentetan tindakan, perbuatan, dan perkataan yang kamu tunjukan kepadaku dahulu hingga sekarang, aku dapat memahaminnya.
Sahabat…. Bukannya menjustifikasi ini benar atau ini salah, tapi lebih kepada PAS atau tidak PAS… eits bukan PASTI PAS (PERTAMINA) Lho…
Begini logikanya……..
Seorang pemuda dipersilahkan untuk duduk oleh majikannya. Lalu Orang tersebut jongkok duduk di atas kursi… emm.. yang menjadi pertanyaan adalah, apakah tindakan yang dilakukan pemuda duduk dengan jongkok itu salah? Tidak … apakah benar?? Juga tidak… jadi Jawabannya adalah tidak ada yang salah maupun yang benar. Yang ada ialah PAS atau TIDAK PAS. Ya… orang yang duduk jongkok di kursi itu tidak PAS atau tidak sesuai…
Sahabat… Kamu boleh-boleh saja bercerita tentang prestasi yang telah engkau dapatkan, dihadapan teman-teman kamu yang berprestasi juga tentunya, bukan kepada temanmu yang minim prestasi ini.
Sahabat… kamu boleh-boleh saja bercerita tentang kecerdasan dan kepintaran kamu dalam menyelesaikan masalah, dihadapan teman-teman kamu yang cerdas dan pintar juga tentunya, bukan kepada temanmu yang sangat bodoh ini..
Sahabat… kamu boleh-boleh saja bercerita tentang harta benda mewah yang kamu miliki, dihadapan teman-teman kamu yang kaya juga tentunya, bukan kepada temanmu yang miskin ini…
Sahabat… kamu boleh-boleh saja pandai berargumen dengan mulut yang lihai dalam mempertahankan kebenaran pendapatamu, dihadapan teman-teman kamu yang pandai berdebat juga tentunya, bukan kepada temanmu yang Ngah-ngoh ini…
Atau…
kamu boleh-boleh saja bercerita tentang keberhasilan kamu dalam seleksi rekruitmen pegawai/karyawan di Perusahaan terkenal atau menjadi PNS dambaan, dihadapan teman-teman kamu yang senasib dengan kamu tentunya, bukan dengan temanmu yang kurang beruntung ini..
Sebagai manusia kita merasa bangga telah dapat mencapai sesuatu yang orang lain tidak bisa mendapatkan sama seperti apa yang telah kita dapat. Kecenderunganya adalah kita merasa sombong… hal ini sangat manusiawi..
……………
Dahi berkerut sambil menyandarkan badan dikursi dan menarik nafas panjang dalam-dalam. Sembari mencoba untuk berpikir logis akan hal-hal yang mengusik perputaran gigi roda Mesin di bawah tempurung kepala ini yang jarang dilumasi.
………………
Adalah Allah melarang kita untuk sombong:
”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” [Al Israa’:37]
Adalah Allah benci dengan orang-orang yang sombong:
”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman:18]
Pernahkah kita mendengarkan anjuran bahwa, ketika mengantar jenazah ke kuburan kita dianjurkan melihat langsung ke liang lahat bagaimana mayat yang terbungkus kain kafan tersebut dibaringkan dan ditutup dengan tanah.
Disitulah kita akan merasakan betapa kecilnya kita dan tiada arti kesombongan yang kita bangga-banggakan.
BTW…
Kemarin, bersama seorang sahabat begundal bolo kurowo ngobrol ngalor ngidul di depan rumah e, sambil ngodain cewek-cewek cantik yang liwat serta ngobrol gak jelas jluntrungnya…
“Nda kowe iku sombong og nda..!!! ” begundal temanku membuka obrolan.
“Sombong piye Gho??” jawab ku.
“Ketemu nang ndalan diundang-undang nganti telaku ameh copot yo ora minguk babar blas kowe nda…sombong tenan kowe nda”
“kuwi ora sombong gho.. cuman ora weruh wae…”
“lha sombong kuwi yo ngrumangsani weruh tapi ora weruh yen di celuk kawulo alit koyok aku ngene nda!!”
“ora Gho sombong kuwi yen pamer, utowo omongane ghemedhe…suwer tenan wingi kuwi aku ora weruh tenan gho yen mbok celuk…”
“salah kowe nda.. sombong kuwi duduk pamer, utowo omongane ghemedhe tapi sombong kuwi tempat saluran pembuangan asap nda..”
“Kuwi cerobong gho…”
“ora cerobong nda…lha yen cerobong kan anak-e kodok…”
“kuwi kecebong ndes.!!!!”
“Dudu Su… kecebong kan sejenise tompel nda..!!”
“kuwi Tembong….. Dus wedusss…!! wedus tenan kowe Ndes….hahaha…”
“hahahahaha……. Rupamu kuwi…. hahahaha…..”
wuapik tenan pikermu. ngantem ghooo!! jeb jebh jlepbh,,dadi merenung kie
apa sih omongin sombong tembong kecebong.., mbuh lah..
ngene nda….
nek menurutku sombong itu gak papa.. soalnya SOMBONG skrg trend..
atau boleh di katakan GAYA HIDUP….
tp segala sesuatu klo berlebihan itu akan mendatangkan mudarot..
jadi kesimpulannya.. SOMBONG klo tidak berlebihan.. fine fine aja..
Its Ok
No Prob
Salam
@ Zukero : Nguantem sopo gho??
@ Patrick : Woh Sombong sekarang TRENDY yo…
kesombongan…?wah koe ki sing sombeng fer…ra tau kabar2…
@ taufik : Piye kabare pak Pegawai Pajak??? sak iki aku rodo wedi iki yen ketemu pegawai pajek… hahaha…. Kangen iki aku boszzz….