Cuma saya sedang memikirkan sesuatu yang mungkin anda pernah pikirkan. Saat mencoba resting pikiran, sambil meneguk kopi hangat, didalam kamar ini sembari menikmati dinginnya udara malam yang merasuk menyusup didalam kamar melalui celah jendela, diluar bulan setengah purnama memancarkan cahyanya, Langit agak berkabut dan lumayan sejuk. Sengaja dari tadi gitar bekas dalam pangkuan dan dekapan kedua belah tangan, jemari tangan kanan memetik dawai senar dengan lincahnya sehingga suara dinting gitar terdengar merdu, alun sekali terdengar, hanya diruangan 15 meter persegi kamar ini saja.
Saya bunyikan gitar ini untuk melantunkan lagu lagu yang soft, supaya sedikit membantu slowing down laju roda roda gigi di otak. Secara kebetulan karena suffle mode saya on kan, mungkin cicak didinding yang pernah menghadiahi tai itu membuka kuping lebar-lebar untuk mendengarkan alunan lagu ini…
Jam dinding ikut mengiringi alunan lagu ini dengan ketukan bunyi detik jarum mengatur irama… terdengar lagu manis nan merdu nyanyian lagu bang Iwan Fals, dengan judul ”Sore Tugu Pancoran”, entah karena pikiran lagi kosong, syair lagu menjadi terasa masuk mengisi pikiran, secara tak sadar pula saya ikut mencerna bait demi bait, kata demi kata lagu tersebut. Sehingga teringat akan sebuah kejadian pada suatu hari Kemarin, yang mengetuk hati ini….
Alunan Musik Regression The dream Theater mengawali dan mengiringi pengNgarambayngan pikiran iki tekan ndi-ndi…. Entah karena pikiran lagi kosong, syair lagu menjadi terasa masuk mengisi pikiran, yah cukup untuk membantu pikiran ini untuk Ngrambyang tekan ndi-ndi mikir sing ora-ora…