Sudah beberapa bulan ini kopi dan rokok sepertinya tak membantu untuk melepaskan penat di dalam gerumbulan syaraf dibalik tempurung kepala ini, Sehingga keputusan untuk sementara berhenti merokok. Mungkin ada baiknya juga, tapi berhenti merokoknya Entah sampai kapan??… Perputaran gerigi-gerigi mesin di dalam tempurung kepala beberapa hari ini meningkat tajam, mesin satu-satunya yang yang ada dikepala seolah tiada lelahnya untuk berfikir keras dan tak tergantikan, lain berbeda hal seperti mesin pabrik yang dapat berproduksi 24 jam nonstop dengan sistem sift (bergantian), mesin A mati istirahat, mesin B di hidupkan untuk berproduksi, mesin B mati istirahat, mesin A hidup lagi.. begitu seterusnya.. sayangnya otak saya tidak seperti itu…
Dua gelas kopi pahit habis tak bersisa juga tidak berasa apa-apa…malam ini pingin melakukan sesuatu yang dapat memendam rasa jenuhku … pingin Chongyang?? (ora wani ngombe chongyang)…. pinggin njajan, ora nduwe duwit… pinggin nguantem, ora ono sing di Uantem….
Edan po ra…???
Betapa tidak, skedul kesibukan yang tidak bisa mentolelir segala permasalahan yang timbul akhir-akhir ini…
Kesibukan???
Ya… sementara ini saya terfokus kepada kesibukan yang begitu rumit dan kompleks…
