Sudah beberapa bulan ini kopi dan rokok sepertinya tak membantu untuk melepaskan penat di dalam gerumbulan syaraf dibalik tempurung kepala ini, Sehingga keputusan untuk sementara berhenti merokok. Mungkin ada baiknya juga, tapi berhenti merokoknya Entah sampai kapan??… Perputaran gerigi-gerigi mesin di dalam tempurung kepala beberapa hari ini meningkat tajam, mesin satu-satunya yang yang ada dikepala seolah tiada lelahnya untuk berfikir keras dan tak tergantikan, lain berbeda hal seperti mesin pabrik yang dapat berproduksi 24 jam nonstop dengan sistem sift (bergantian), mesin A mati istirahat, mesin B di hidupkan untuk berproduksi, mesin B mati istirahat, mesin A hidup lagi.. begitu seterusnya.. sayangnya otak saya tidak seperti itu…
Dua gelas kopi pahit habis tak bersisa juga tidak berasa apa-apa…malam ini pingin melakukan sesuatu yang dapat memendam rasa jenuhku … pingin Chongyang?? (ora wani ngombe chongyang)…. pinggin njajan, ora nduwe duwit… pinggin nguantem, ora ono sing di Uantem….
Edan po ra…???
Betapa tidak, skedul kesibukan yang tidak bisa mentolelir segala permasalahan yang timbul akhir-akhir ini…
Kesibukan???
Ya… sementara ini saya terfokus kepada kesibukan yang begitu rumit dan kompleks…
Saya hidup tidak untuk yang lainya… hidup saya adalah untuk berusaha untuk mengejar harapan akan masa depan….
Mungkin mereka juga begitu….
Entah sampai kapan perjalanan yang saya tempuh bukan merupakan suatu keterpaksaan… Apapun yang belum, sedang dan yang akan terjadi adalah ketentuan-Nya. Sebagai manusia saya hanya bisa berikhtiar sebaik mungkin, bicara soal hasil sudah diluar kekuasaan saya.
Bagaimana tidak, hidup sebagai seorang Pemuda seperti saya adalah hidup dalam ketidakpastian…
Naik turunya tensi emosional adalah keseharianku, perhitungan begitu rumitnya akan prediksi yang mungkin terjadi esok adalah mimpi indah ku… Kreatifitas pemikiran, gagasan, cita-cita dan ambisi selalu membayangi disetiap pejam mata ini….
Adalah keberanian untuk bertindak karena Masa depan sangat tergantung dengan pemikiran, gagasan dan kemauan tindakan serta keberanian yang akan membawa kemana masa depan kelak… sebuah ambisi kah??
Kata mereka Ambisi adalah Hal yang wajar normal dimiliki oleh semua mahkluk bernyawa yang bernama manusia. Ibaratkan bahwa ambisi adalah sebuah cita-cita atau harapan-harapan optimisme pada suatu kebahagiaan akan masa depan…
Berawal dari sebuah impian dari diri kita, lalu munculah sebuah motivasi, dari motivasi ini lahirlah berjuta harapan serta Ambisi untuk meraihnya demi sebuah kebahagiaan yang didambakan… Artinya, baik “sesuatu” yang akan kita capai maupun cara-cara pencapaiannya masih berada dalam jangkauan kemanusiaan kita.
Tetapi berhati-hatilah dengan Ambisi, Karena ambisi tidak selalu berjalan pada jalurnya, Seperti bahwa Suatu Konsepsi logis tidak selalu berjalan seiring dalam tataran praktis… Dia dapat menjadi drakula penghisap darah yang menyesatkan kita jika kita tidak selalu waspada… Ketika Ambisi Menjadi tidak wajar jika ambisi itu melampaui batas-batas kewajaran kita, sehingga ambisi menjadi sebuah kenyataan yang bias berkat pengerahan segala daya dan upaya termasuk dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya….
Yahhhh….. Hanya bisa menghela nafas panjang untuk merilekskan pikiran.
Kata orang ambisi tidak akan pernah padam, tetapi seiring dengan berjalannya waktu, semakin menuanya Ndunyo iki, semakin memutih rambut di kepala ini, Semakin keriputnya kulit wajah ini, semakin renta tulang dalam tubuh ini, seolah turut mendukung kemampuan semangat hidup yang dari hari ke hari semakin menurun.
Heyyy…!!! sadarkah kita bahwa waktu yang akan terus mengilas kita…..
Namun hanya usaha untuk selalu mencoba dalam setiap langkah untuk menunjukan bahwa kita dapat terus merasa berguna dan membuat sang waktu seakan menjerit menyerah tak kuasa menahan setiap pergerakan gerigi roda pemikiran dan perbuatan kita…
Semoga ambisi ini tidak akan pernah padam, walau badai terus datang menerjang untuk mengoyahkan ambisi…
TETAPI…………
Hahaha… Akhir-akhir ini, usaha untuk memotivasi telah menurun entah kenapa?? asmboh ora reti.
Semangat untuk mengejar ambisi yang terpatri dalam mantra motivasi telah hilang moodnya… Seperti kehilangan suatu hal yang telah menjadi bagian hidup selama bertahun-tahun sebagai pedoman dalam menjalani peranan kehidupan dan untuk memperlihatkan eksistensi.
Semoga ALLAH SWT memberi petunjuk………
Amien……..
(Ditulis Pada: Malam, 15 April 2010)
